Senin, 18 November 2019

Biar Tuhan Saja Yang Sayang Padaku

Pic By : Musyawwir
Theme : Langit Darul Mahfudz

Biar Tuhan Saja yang Sayang Padaku

Kata ini sepintas terdengar aneh dan mungkin ada yang mengaggap lucu. 
Biar tuhan saja ? 
Memangnya tidak mau disayang sama yang lain?
Atau jangan-jangan tidak ada yah yang menyayangi... ???
Kasiannya hidup ini jika memang demikian.

Kembali kekalimat "Biar tuhan saja yang sayang padaku". Kata-kata ini muncul dari mulut seorang ibu  yang selama hidupnya harus melakukan semuanya sendiri. Lantaran punya suami tapi seperti seorang janda beranak banyak. Punya saudara, tapi tidak ada yang peduli. Punya teman, tapi semuanya pergi saat dia berduka. 

Mungkin diantara kita ada juga yang pernah merasa sendirian. Tidak ada yang membantu, tidak ada yang menolong dan tidak ada teman untuk berbagi cerita. 

Jika demikian, kita bisa mencoba mengatakan apa yang dikatakan ibu itu. "Biar Tuhan Saja Yang Sayang Padaku". 

Eits.. jangan sepelekan kalimat itu... 

Kata yang ada dalam kalimat  itu adalah kata yang sudah dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa Allah Maha Rahman dan Maha Rahim. Tidak ada yang mampu menyamai apalagi melampaui Kasih Sayang itu. 

Kita bisa mencermati  ' Lafadz Basmalah' di tiap-tiap permulaan ayat al-Qur'an

 بسم الله الرحمن الرحیم
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Dalam lafadz basmalah ini ada kata Ar-Rahman dan Ar-Rahiim.  Dua nama Allah di antara 99 Asma’ul Husna yang dimiliki-Nya. Maknanya adalah Allah memiliki kasih sayang yang begitu luas dan agung. Kasih sayang Allah tidak ada tandingnya.

Buktinya, begitu banyak kebutuhan yang belum sempat kita minta dalam doa lalu Allah memenuhi kebutuhan itu. Misalnya, ingin sekali bertemu dengan seseorang, tapi tidak ada waktu untuk memikirkan rencana pertemuan itu, tiba-tiba saja Allah menciptakan suasana yang membuat kita bertemu secara tiba-tiba dengan orang tersebut. Dan bahkan dari pertemuan itu kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang tidak terpikir sama sekali sebelumnya. 



Kemudian rahmat Allah meliputi segala sesuatu. rahmat Allah itu lebih luas dari Langit dan  Lautan . Dan semuanya bisa kita peroleh. Akan tetapi Allah hanya melimpahkan rahmat-Nya yang sempurna kepada hamba-hamba yang bertakwa dan mengikuti ajaran para Nabi dan Rasul. 
Mereka inilah orang-orang yang akan mendapatkan rahmat yang mutlak yaitu rahmat yang akan mengantarkan mereka menuju kebahagiaan abadi. Adapun orang yang tidak bertakwa dan tidak mengikuti ajaran Nabi maka dia akan terhalangi mendapatkan rahmat yang sempurna ini (lihat Taisir Lathifil Mannaan, hal. 19).



Jadi jika Allah sudah sayang, maka apa lagi yang kita harus harapkan dari yang lainnya. 

Oleh karena itu, berikhtiarlah untuk selalu medapatkan kasih sayang Allah. 

Dariku yang dilimpahi cinta Ilahi. 
Andi Kurnia Muin
Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEOLAH AMNESIA

Pernah, dia menulis banyak hal Pernah, begitu mudah baginya menemukan ispirasi  untuk menuliskan hal yang positif Saat ini  Tak akan pernah ...