Rabu, 27 Juni 2018

Passayang-Sayang VS Pamacco

Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya. Disepanjang kepulauan Indonesia terdapat banyak sekali kebudayaan. Diantara beberapa kebudayaan, ada satu yang sangat terkenal di daerah Sulawesi Barat, terutama di Kabupaten Polewali  Mandar, yaitu Passayang-sayang, yaitu sebuah kesenian yang merupakan perpaduan sastra dan dakwah yang biasa diringi alat musik kecapi.

Tentang passayang- sayang Mandar (kesenian dari sulawesi barat), saat ini sedang dilema terkait masalah pamacco. Sebagian orang tidak senang dengan tradisi tersebut dengan alasan bahwa dengan tradisi pamacco, seolah-olah lagu itu diperjual belikan. Beberapa bagian yang beranggapan seperti itu, mungkin karena melihat dari arti pamacco itu sendiri yaitu sawer. Dimana ki ta ketahui bahwa sawer itu adalah bayaran yang diberikan kepada biduan-biduan atau penari yang nota bene cara membrikannya adalah dengan menyelipkan uang itu kepakaian dalzm si  biduan.
Di bagian lain beberapa golongan tetap membolehkan dan tidak mempermasalahkan sama sekali budaya pamacco tersebut. Dengan alasan bahwa sejak dahulu kala, nenek moyang suku mandar setiap kali menampilkan passayang-sayang maka saat itu juga psti berbarengan dengan pamacco, yaitu menyimpan uang didepan penyanyi sebagai ungkapan kebahagiaan atas hiburan yang disjikan. Golongan ini tidak ingin mengganti nama Pamacco menjadi saweran, karena menurut mereka, makna dari pamacco  akan ternoda jika diganti dengan kata sawer.

Jika ditunjau dari sisi agamapun, itu sama sekali tidak ada unsur haram. Tak ada satupun zat dalam Pasaayang-sayang itu yang mengandung unsur haram. Alat musik, kostum dan materi lagu pun tidak ditemukan  hal yang akan menyesatkan manusia. Justru syair lagu tersebut jika dimaknai dengan benar justru menunjukkan beberapa jalan kebaikan kepada manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEOLAH AMNESIA

Pernah, dia menulis banyak hal Pernah, begitu mudah baginya menemukan ispirasi  untuk menuliskan hal yang positif Saat ini  Tak akan pernah ...